PUPUK SUMMA SP

Tingkatkan Produktivitas Tanaman Anda

Pupuk SUMMA SP merupakan pupuk majemuk MAKRO MIKRO COMPOUND FERTILIZER dengan teknologi NANO yang dirancang khusus untuk mendukung fase vegetatif tanaman. Pupuk ini mengandung unsur hara makro dan mikro lengkap, diperkaya dengan asam amino serta bahan pembenah tanah.

Dengan teknologi partikel nano, nutrisi dalam pupuk Summa SP dapat diserap tanaman lebih cepat dan lebih efisien sehingga membantu pertumbuhan tanaman menjadi lebih optimal.

“Teknologi nano dalam pupuk Summa membantu meningkatkan efisiensi penyerapan nutrisi sehingga tanaman dapat tumbuh lebih sehat dan produktif.”

Tim Pengembangan Produk

Keunggulan Summa SP

Solusi Pupuk Modern untuk Pertanian

Hemat Biaya

Penggunaan pupuk menjadi lebih efisien karena daya serap tinggi sehingga nutrisi tidak banyak terbuang.

Mudah Digunakan

Berbentuk cair sehingga mudah diaplikasikan pada berbagai jenis tanaman.

Kinerja Optimal

Diperkaya dengan unsur hara makro, mikro, asam amino, serta bahan pembenah tanah untuk mendukung pertumbuhan tanaman.

Detail Produk Summa SP

Jenis Produk:
Pupuk majemuk cair Nano Teknologi

Isi Kemasan:
100 ml per botol

Kandungan:

  • Unsur hara makro dan mikro
  • Asam amino
  • Pembenah tanah
  • Teknologi partikel nano

Keunggulan Summa SP:

  • Daya serap tinggi
  • Mendukung fase vegetatif tanaman
  • Mudah digunakan
  • Harga terjangkau
  • Ramah lingkungan

Pelajari Cara Penggunaan SUMMA SP

PANDUAN APLIKASI PUPUK SP

Lakukan pemupukan secara rutin sesuai jadwal (biasanya setiap 7–14 hari sekali tergantung jenis komoditas).

Hindari menyemprot saat terik matahari di siang hari atau saat akan turun hujan agar nutrisi tidak tercuci (leaching).

Anda dapat memantau efisiensi biaya melalui fitur simulasi logistik, karena 1 box Summa SP dirancang untuk menggantikan berton-ton pupuk kimia konvensional.

Selalu baca label pada kemasan sebelum menggunakan zat aktivator ini untuk memastikan dosis spesifik sesuai jenis tanaman Anda (padi, jagung, atau hortikultura).

Keunggulan utamanya adalah kecepatan dan ketepatan. Partikel nutrisi Summa SP dipecah menjadi ukuran nanometer yang jauh lebih kecil dari pori-pori daun (stomata). Hal ini memungkinkan nutrisi masuk secara instan ke tingkat sel tanpa perlu menunggu proses penguraian di tanah, sehingga tanaman mendapatkan asupan energi seketika setelah penyemprotan.

Karena efisiensi penyerapannya mencapai hampir 100%. Pada pupuk biasa, banyak nutrisi yang terbuang karena menguap atau hanyut terbawa air hujan. Dengan Summa SP, dosis yang kecil 100 ml sudah memberikan dampak besar karena semua nutrisi masuk ke tanaman, sehingga memangkas biaya pembelian pupuk dan biaya tenaga kerja untuk pemupukan berulang.

Penggunaan Summa SP sangat aman dan praktis karena dapat dicampurkan (mix) langsung dengan pestisida dalam satu kali penyemprotan. Teknologi Nano di dalamnya tidak hanya menutrisi, tetapi juga membantu menjaga kondisi tanaman tetap prima dan memperkuat daya tahan alami tanaman saat menghadapi serangan hama.

Namun, untuk hasil yang jauh lebih optimal, kami menyarankan pemisahan waktu aplikasi: gunakan Summa SP di pagi hari (saat mulut daun terbuka maksimal) dan pestisida di sore hari. Selain itu, pastikan tangki semprot dalam keadaan bersih dari sisa residu pestisida sebelum digunakan untuk menyemprotkan Summa SP agar nutrisi nano terserap murni tanpa hambatan.

Summa SP membantu menjaga kelestarian ekosistem tanah. Karena fokus penyerapan berada di jaringan tanaman (daun dan batang), residu kimia yang tertinggal di tanah sangat minim. Ini mencegah tanah menjadi keras atau asam, sehingga kesuburan lahan tetap terjaga untuk musim tanam berikutnya.

Petani akan melihat perubahan pada warna daun yang lebih hijau segar (fotosintesis maksimal), batang yang lebih kokoh, serta pembungaan dan pembuahan yang lebih serempak. Secara keseluruhan, hasil panen menjadi lebih berbobot dan kualitas komoditas meningkat.

Penyemprotan pada bagian bawah daun di pagi hari (jam 06.00–09.00) adalah metode terbaik karena di sanalah letak stomata terbanyak. Pola ini mendukung program “1 Hektar 10 Ton Bisa” dengan cara memastikan tanaman mendapatkan asupan energi maksimal tepat pada fase pertumbuhan yang dibutuhkan.